Focus Grup Discussion FGD Jurusan Otomasi Industri SMK NU Ma’arif Kudus.

Focus Grup Discussion FGD Jurusan Otomasi Industri SMK NU Ma’arif Kudus.
Focus Grup Discussion FGD Jurusan Otomasi Industri SMK NU Ma’arif Kudus.

Stemaku - Meningkatnya tuntunan Industri akan kualitas lulusan sekolah kejurusan membuat sekolah-sekolah kejuruan melakukan berbagai upaya salah satunya dengan singkronisasi kurikulum. Selaras, Jurusan dan normatif-adaptif di Resto Lembur Kuring, Ahad (28/10/18).

SMK NU Ma’arif pun bergegas menyiapkan peserta didiknya salah satunya melalui program tefa(Teaching Factory) dan technopark. “sekolah kejuruan harus mulai menerapkan pembelajaran Berbasis industri dengan model PBET (Problem Base and Educational Training),” ucap Drs. H. Akmad Nadlib selaku kepala SMK NU Ma’arif.

Selanjutnya dipaparkan materi diskusi oleh Yusuf Mulyadi, ST bahwa sekolah harus mampu menjembatani kebutuhan –kebutuhan industri agar keterserapan lulusan sekolah bisa maksimal dan berkualitas.  “Siswa SMK harus Taft/tanguh baik segi fisik maupun mental agar bisa berkembang nantinya ketika di Industri tidak hanya menjadi tombol man”tambah Yusuf, guru produktif Otomotf Industri.

 Ditambahkan bahwa Jurusan Otomasi juga dikhususkan dengan paket 4 tahun, artinya lulusan otomasi industri nanti berada pada level 3 yaitu sebagai pengawas atau supervisor.

Diharapkan FGD ini bisa memotivasi untuk menjadikan SMK NU Ma’arif menjadi berkualitas .

Administrator
Share :
?>