Milenial Berbisnis di Era New Normal

0
18

Milenial berbisnis di era new normal

 

Oke sebelum kita Bahas masalah milenial, saya jelaskan dulu makna dari milenial itu sendiri, milenial berasal dari kata millennium yang memiliki makna bilangan untuk tiap jangka waktu seribu tahun dalam kalender. Tahun 2000 disebut sebagai awal dari millennium baru yaitu millennium  ketiga (tahun 2000 sampai tahun 2999). Nah berarti saat ini kita berada di era millennium ke 3 ya. Generasi yang hidup di era ini disebut juga generasi milenial atau generasi Y atau generasi Me me me ( Aku, aku, aku). Penggolongan generasi Y terbentuk bagi mereka yang lahir pada 1980 – 1990, atau pada awal 2000, dan seterusnya. Ericsson melakukan penelitian terhadap generasi meilenial, berdasarkan wawancara kepada 4.000 responden yang tersebar di 24 negara dunia, Ericsson mencatat, produk teknologi akan mengikuti gaya hidup masyarakat millennial. Sebab, pergeseran perilaku turut berubah beriringan dengan teknologi. “Produk teknologi baru akan muncul sebagai akomodasi perubahan teknologi,” ujar Presiden Director Ericsson Indonesia Thomas Jul.

Salah satunya, perilaku Streaming Native yang kini kian populer. Jumlah remaja yang mengonsumsi layanan streaming video kian tak terbendung. Ericsson mencatat, hingga 2011 silam hanya ada sekitar tujuh persen remaja berusia 16 – 19 tahun yang menonton video melalui Youtube. Rata-rata mereka menghabiskan waktu di depan layar perangkat mobile sekitar tiga jam sehari. Angka tersebut melambung empat tahun kemudian menjadi 20 persen. Waktu yang dialokasikan untuk menonton streaming juga meningkat tiga kali lipat. Fakta tersebut membuktikan, perilaku generasi millennial sudah tak bisa dilepaskan dari menonton video secara daring. Teknologi juga membuat para generasi millenial tersebut mengandalkan media sosial sebagai tempat mendapatkan informasi. Saat ini, media sosial telah menjadi platform pelaporan dan sumber berita utama bagi masyarakat.

Generasi ini sangat tergantung pada 2 hal yang pertama adalah telephone seluler dan yang kedua adalah jaringan internet. Data pengguna telepon seluler (ponsel) di tanah air mencapai 371,4 juta pengguna atau 142 persen dari total populasi sebanyak 262 juta jiwa. Artinya, rata-rata setiap penduduk memakai 1,4 telepon seluler karena satu orang terkadang menggunakan 2-3 kartu telepon seluler. Sementara kaum urban Indonesia mencapai 55 persen dari total populasi. Berdasarkan data wearesocial.sg, pengguna internet di Indonesia mencapai 132,7 juta dengan penetrasi sekitar 51 persen dari populasi. Untuk pengguna media sosial aktif mencapai 106 juta dengan penetrasi sekitar 40 persen, dan pengguna media sosial mobile aktif mencapai 92 juta atau sekitar 35 persen dari populasi dan ini masih akan terus bertambah.

Data e-Marketer menyebutkan jumlah pengguna internet di Indonesia setiap tahun terus bertambah. Pada 2013, jumlah pengguna internet tercatat 72,8 juta, yang kemudian naik menjadi 102,8 juta di 2016. Di 2017, pengguna internet Indonesia diprediksi mencapai 112,6 juta. Indonesia menempati urutan ke-6 pengguna internet terbanyak dunia. Bahkan Indonesia diproyeksikan menyalip Jepang ke peringkat lima tahun ini. “Dengan pertumbuhan pengguna internet, Bank Indonesia memperkirakan ada 24,7 juta orang yang berbelanja online. Nilai transaksi e-Commerce diprediksi mencapai Rp 144 triliun pada 2018, naik dari Rp 69,8 triliun di 2016 dan Rp 25 triliun di 2014.

Pola perilaku konsumen saat ini bergeser dari offline ke online, Tak ayal, sepanjang 2018, beberapa gerai ritel di Indonesia berhenti beroperasi. Bahkan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) memprediksi akan ada lebih dari 50 gerai ritel akan berhenti beroperasi dan mencoba mengubah format bisnis mereka agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini, seperti yang bisa kita lihat retail matahari saat ini mempunyai mataharimall.com alfamart mempunyai alfachart.com indomart dengan klikindomaret.com dan masih banyak lagi. Perilaku masyarakat kian mengalami pergeseran kearah digitlisasi terlebih saat new normal seperti saat ini. Munculnya pandemi covid-19 mengharuskan masyarakat membatasi pergerakannya untuk saling berinteraksi tatap muka, dengan tujuan untuk memutus rantai penularan virus. Nah bagaimana cara memanfaatkan situasi seperti saat ini menjadi peluang? Salah satu jawabannya adalah dengan melakukan pivoting dari yang semula berjualan secara langsung menjadi online, bagaimana tips dan triknya?

Oke sebelum kita masuk di dunia peronline an, layaknya berangkat perang maka kita harus mempersiapkan senjata yang tepat agar kita bisa memenangkan pertempuran. Langkah pertama ubah mindset. Anda jangan pernah beranggapan bahwa bisnis online itu bisa membuat orang mendadak kaya, bisnis online itu mudah, bisnis online itu harus ahli “komputer” dan sebagainya dalam bisnis online semua butuh proses dan tidak instan.

Langkah kedua buat rencana rencana ini harus bisa menjawab 5W + 1H, Why  mengapa anda memilih “produk tersebut” What  apa yang akan anda pasarkan, When kapan anda akan memulainya, Where di market place mana anda akan memasarkan barang dagangan anda,  Who siapa pasar sasaran produk anda dan How bagaimana cara anda mengawalinya.

Langkah ketiga waktu dan modal, oke menjalankan bisnis online anda harus meluangkan waktu, bahkan bisa di ibaratkan tidak ada batasan jam kerja di bisnis ini, kecepatan dalam merespon pertanyaan konsumen sangat penting disini, kemudian modal dalam bisnis online anda perlu modal minimal  adalah paket data dan sebuah smart phone.

Langkah ke empat Buka rekening bank hampir semua plafon e commerce melakukan transaksi melalui transfer, so anda wajib punya rekening bank untuk memulai bisnis ini. Langkah ke lima Tau cara promosi,  promosi sangat penting dilakukan agar toko anda dilirik banyak konsumen misalnya di Bukalapak  fitur promosi bisa dilakukan dengan cara menjadi premium account, buka iklan, paket push dan promoted push anda bisa memanfaatkan fitur tersebut untuk menarik lebih banyak konsumen.

Langkah ke enam FOKUS sebagai pemula didalam bisnis ini anda wajib focus agar bisa bertahan, ingat musuh anda bukan cuman satu dua toko online dengan produk serupa, yang anda hadapi adalah ribuan toko. Jadi anda harus fokus. Fokus produk artinya anda harus fokus di satu tema produk dulu dalam satu ID toko online, kemudian anda harus fokus waktu dalam menjalankan bisnis ini, banyak kasus pemilik toko online yang menjadikan bisnis ini sebagai sampingan, usahanya stagnan tidak bisa berkembang dengan baik.

Langkah ke tujuh Gak perlu sempurna jangan terlalu sempurna karena jika anda memulai usaha ini semuanya harus perfect mulai dari tampilan toko online sampai tampilan foto produk, hal ini sangat menyita waktu dan tenaga, jadi lakukan aja apa yang sudah anda ketahui, nah sambal berjalan dibenahi sedikit demi sedikit

Langkah ke delapan DO NOW percuma jika anda sudah baca artikel ini tapi tidak melakukan action. Ingat dalam bisnis ini semuanya serba cepat, jika sudah ada ide segera di eksekusi anda terlambat sedikit saja maka ide anda akan dimakan orang lain, dan anda hanya akan jadi pecundang jika punya ide tapi minim tindakan.

Nah sekarang tinggal kalian eksekusi ide-ide brilian dan mulailah berisnis secara online, sebagai jawaban dari kondisi new normal seperti sekarang. Lupakan pemikiran bahwa pandemi ini dapat segera berakhir dalam waktu dekat, jadi lakukan sekarang