SEBANYAK 229 PESERTA IKUTI SELEKSI NASIONAL PEMAGANGAN JEPANG KEMNAKER RI DI SMK NU MA’ARIF KUDUS

0
82

Jurnalistik – Pembukaan seleksi nasional pemagangan Jepang Kemnaker RI – IM Japan bekerja sama dengan LP Ma’arif PWNU Jateng dilaksanakan di SMK NU Ma’arif Kudus, Senin (16/10/2023). Sebanyak 229 peserta mengikuti seleksi tersebut dari berbagai wilayah baik dari dalam Jawa Tengah maupun luar Jawa Tengah, diantaranya dari Kudus, Demak, Jepara, Semarang, Purworejo, Tegal, Cirebon, Jakarta, hingga Lampung.

Acara tersebut dibuka oleh Hj. Hindun Anisah, M.A. yang merupakan staf khusus Menteri Ketenagakerjaan RI yang juga seorang pimpinan ponpes Hasyim Asy’ari Bangsri, Jepara. Hindun menyatakan “sangat mengapresiasi LP Maarif PWNU Jawa Tengah yang selama ini berjasa kepada pemerintah untuk meningkatkan skill dan kompetensi tenaga kerja Inonesia sehingga nantinya tenaga kerja kita kompeten Ketika masuk di dunia industri”.

Hindun menambahkan, Jepang masih menjadi tujuan utama pemagangan kerja Kemnaker RI – IM Japan yang telah terjalin selama 20 tahun. Hal ini merupakan hal berkesinambungan yang memberi dampak positif untuk kedua negara. Banyak pemagang Jepang yang sukses dan kompeten ketika sudah kembali ke tanah air, untuk itu harapannya setiap tahun peserta seleknas pemagangan Jepang ini meningkat bahkan tahun ini melebihi target dari kemnaker. Untuk itu pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kompeten tenaga kerja baik dalam negeri maupun luar negeri.

Hindun berharap para pemagang Jepang mengambil manfaat dari pemagangan Jepang setelah Kembali ke tanah air, diantaranya memanajemen penghasilan, mempelajari budaya disiplin kerja yang nantinya akan membentuk karakter pemagang, dan mempunyai jejaring relasi yang luas dari berbagai daerah yang mengikuti pemagangan.
Selain pemagangan, Indonesia dan Jepang bekerja sama dalam tenaga kerja SSW (Specified Skilled Worker) dimana harapan dari kemnaker Indonesia, setelah selesai pemagangan dapat melanjutkan bekerja di Jepang dengan menggunakan jalur SSW tersebut.

Proses Seleknas Pemagangan Jepang Kemnaker RI – IM Japan ini berlangsung selama 5 hari, dari tanggal 16 – 20 Oktober 2023. Proses yang dilalui dalam seleknas ini mulai dari tes matematika di hari pertama, kesemaptaan tubuh di hari kedua, tes ketahanan fisik di hari ketiga, dan terakhir tes wawancara.

“Untuk pemagangan Jepang syarat fisik tinggi badan minimal 158 cm, dan berat badan minimal 50 kg, sehat jasmani dan rohani. Tidak bertindik, bertato, dan patah tulang, tidak berkaca mata dan cacat fisik, dengan latar belakang lulusan SMK Teknik atau pernah bekerja di bidang Teknik selama 6 bulan. Sedangkan untuk kriteria kelulusan tes matematika dasar adalah mengerjakan soal matematika sebanyak 20 dalam waktu 15 menit dengan standar kelulusan minimal benar 14. Sedangkan untuk tes ketahanan fisik, lari 3000 meter dalam waktu 15 menit, push up 35 kali dan sit up 25 kali. Dan selanjutnya tes wawancara berupa pengetahuan umum, kemampuan verbal, pengertian program, dan pengecekan berkas asli. Untuk tes matematika dan ketahanan fisik sistem gugur, namun untuk wawancara sistemnya akan dievaluasi dulu sebelum diputuskan.” ujar Zofi Abdul Karim yang merupakan salah satu panitia dari IM Japan.

Acara pembukaan seleksi nasional pemagangan Jepang ini juga dihadiri R. Andi Irawan, M.Ag., ketua LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah, Andi berpesan agar peserta seleknas ini mempersiapkan mental, fisik, dan akademik yang terkait literasi dan numerasi dengan semaksimal mungkin. Apabila sudah lulus seleknas, pemagang mempunyai untuk mengubah nasib, dan menggali ilmu, pengalaman, pengembangan soft skills dan hard skills untuk Indonesia, khususnya pengembangan di sektor ekonomi Indonesia. Dan meskipun berada di Jepang, tidak boleh melupakan identitas sebagai bangsa Indonesia, khususnya warga NU tetap berlandaskan ahlussunnah annahdiyah.

Pelaksanaan pemagangan Jepang di SMK NU Ma’arif Kudus ini memasuki 3 angkatan dari tahun 2022. Angkatan pertama diikuti 119 peserta, angkatan kedua diikuti 218 peserta, dan Angkatan ketiga ini diikuti oleh 229 peserta. Andi menyampaikan, pemagangan Jepang ini merupakan salah satu langkah strategis oleh LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah untuk mengatasi problem pengangguran khususnya di Jawa Tengah, link and match di dunia usaha dan dunia industri.