Workshop Penyelarasan Kurikulum Paradigma Baru dan Penguatan Budaya Kerja

0
374

Jurnalism – Sabtu s.d. Ahad ( 18 s.d.19 Desember 2021) bertempat di Aula SMK NU Ma’arif Kudus diadakan workshop selama dua hari bagi guru – guru SMK NU Ma’arif Kudus baik guru normatif , adaptif , maupun produktif untuk bersinergi dalam penyelarasan kurikulum sekolah yang tentu saja kurikulum tersebut yang mampu membantu untuk pemulihan pembelajaran pasca pandemi.

Untuk pemulihan pembelajaran kurikulum 2022 s.d. 2024 yakni penggunaan kurikulum 2013, kurikulum darurat , dan kurikulum prototipe sebagai opsi bagi semua satuan pendidikan.

Dalam workshop ini juga dibahas Kerangka Kerja Evaluasi Kurikulum 2013, Hasil Evaluasi Dokumen Kurikulum 2013, serta Hasil Evaluasi Implementasi Kurikulm 2013 yang dimana komponen perangkat pembelajatan terlalu banyak sehingga terasa menyulitkan guru dalam perencanaan, selain itu rumusan kompetensi yang detail dan terpisah – pisah sulit dipahami, sehingga guru kesulitan menerjemahkan dalam pembelajaran yang sesuai filosofi kurikulum 2013.

Temuan juga masih ada, contoh saja banyak  pengawas, kepala sekolah, dan guru yang memiliki pemahaman kurang tentang kerangka dasar, diversifikasi, dan konsep implementasi kurikulum 2013.

Maka, dengan adanya hal tersebut ditemukan benang merah pengembangan kurikulum yakni dengan adanya kurikulum prototipe. Kurikulum Prototipe yang melanjutkan arah pengembangan kurikulum sebelumnya yang Orientasi Holistic, Berbasis Kompetensi, Bukan Content, serta Konstektualisasi  dan Personalisasi yang tentu saja dirancang sesuai konteks ( budaya, misi sekolah, lingkungan lokal), serta kebutuhan siswa

“ Harus Jelas capaian pembelajaran “ Ungkap Dr. Yuli Rifiani, M.Pd selaku narasumber pagi hari ini dalam pemberian materi kurikulum paradigma baru.

By : Iqbal Jurnalis